Kalau ditanya orang, saya pasti menjawab, "Hobi saya menulis." Tapi selama bertahun-tahun menggandrungi hobi ini, menulis tidak pernah mudah bagi saya. Selalu ada dinamika, tekanan, ilmu, gairah dan tantangan baru. Satu tulisan mengandung banyak cerita. Mengundang banyak tanya: akankah tulisan ini berguna? Begitu juga halnya dengan tulisan-tulisan di blog ini. Selalu ada harapan jawabannya adalah "ya". Semoga.Dalam setiap pertarungan, semua kontestan akan berjuang mati-matian untuk menang. Pastilah. Kalau tidak menang, buat apa mengeluarkan uang ratusan milyar dan menguras tenaga mempromosikan diri 24 jam nonstop.
Tapi pertanyaan pamungkas pak Pratikno, Dekan Fisipol UGM yang dipercaya memandu acara semalam sungguh layak diajungi jempol. Dia bertanya kepada ketiga capres, apa yang akan dilakukan jika gagal dalam pemilu nanti?
Pertanyaan ini layak diapresiasi setinggi-tingginya karena dapat memberi gambaran lebih utuh integritas dan komitmen seorang capres. Apalagi pertanyaan ini diajukan secara spontan, sehingga jawabannya pasti bukan kalimat klise yang dipersiapkan sebelumnya. Apapun jawaban capres, itulah jati diri dan niatannya dalam memperebutkan kekuasaan mutlak atas asset negara dan kekayaan tanah air dari Sabang sampai Merauke.
Saya ingat satu kalimat bijak yang intinya berbunyi, “Pilihlah pemimpin yang mampu memimpin, bukan yang mau memimpin. Karena semua orang pasti mau menjadi pemimpin, tapi belum tentu dia mampu memimpin.”
Saya tidak ingin mengulas dan menganalisis ataupun berkomentar atas jawaban-jawaban capres kita semalam. Saya hanya ingin menuliskannya kembali, mengabadikannya, dengan harapan para pemilih seperti saya mempunyai pegangan lain sebelum mencontreng nanti.
Kita sudah kenyang disuapi janji-janji, sekarang saatnya berfikir jernih, sambil mencermati jawaban para capres di bawah ini:
Megawati:
“Saya akan terus mengabdi untuk bangsa Indonesia.”
Susilo Bambang Yudhoyono:
“Saya akan mengucapkan selamat kepada yang menang dan saya akan mendukung siapa pun pemerintahan yang terpilih.”
Jusuf Kalla:
“Yang terbaik pasti menang. Saya akan menghormati yang terbaik, termasuk jika saya yang terbaik. Kalau bukan, saya akan pulang kampung untuk mengurus pendidikan dan mengelola masjid.”
Selamat memilih presiden untuk lima tahun ke depan.
Semakin dekat ke hari pencoblosan, karakter dan komitmen setiap capres semakin diperlihatkan dengan jelas. Karakter dan komitmen yang saya maksud tentu tidak dikemas dalam bentuk bukti dan berita. Tapi terurai apik dan indah lewat iklan dan retorika.
Beberapa waktu lalu, misalnya, saya kembali melihat satu iklan capres di TV yang berisi gubahan lagu Tombo Ati. Iklan milik JK ini jelas ingin menunjukkan warna dan posisi yang beda dari capres lainnya, persisnya dari SBY yang jauh hari sebelumnya telah mengambil strategi jitu dengan memanfaatkan jingle Indomie. Baca artikel selengkapnya »
Kasus gugatan Felly terhadap teman Facebooknya, Ujang, sayang untuk tidak diambil hikmahnya. Bukan mustahil nanti kita yang justru ketiban sial dan berurusan dengan pihak kepolisian.
Baik sebagai penggugat maupun tergugat, masuk kantor polisi bukanlah hal yang mengenakkan (kecuali kalau saat mengajukan gugatan kita punya niatan tenar dan masuk koran). Jadi, ada baiknya kita belajar dari kasus ini sedini mungkin.
Saya punya sedikit kiat dalam bersuara. Ya, sebagai makhluk sosial, kita pasti selalu bersuara baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Suara itu kita gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, untuk menyampaikan informasi dan untuk menyuarakan pendapat. Baca artikel selengkapnya »
Hati-hati memilih kata dalam berkomunikasi di internet. Khilaf sedikit, kita bisa diadukan ke polisi dan mendekam di penjara setahun lamanya. Komunikasi di dunia maya bisa dalam bentuk tulisan atau komentar di blog. Bisa juga dalam bentuk ungkapan dan perbincangan di Facebook, milis atau di Yahoo Messenger.
Setelah kita disuguhi kasus Prita yang fenomenal, kini muncul kasus serupa yang lebih personal. Gugatan pencemaran nama baik di internet kali ini dialami oleh Ujang Romansyah setelah sebuah pesan bernada kasar yang dilengkapi nama dua binatang masuk ke ‘kamar’ Facebook salah seorang temannya, Felly Fandini Juliastini. Baca artikel selengkapnya »
Hari ini, saya merasa berada di masa depan, saat Detektif Spooner melacak kematian seorang profesor dalam film iRobot. Atau mundur ke belakang, saat Harry Potter membaca koran bikinan dunia sihir yang gambar di dalamnya bisa bergerak-gerak. Baca artikel selengkapnya »
Sebagai warga negara yang belum tahu akan mencontreng siapa dalam Pilpres 2009 nanti, saya berani bilang bahwa Pemilihan Presiden RI ke-7 yang bakal digelar tanggal 8 Juli nanti adalah Pilpres paling menarik, seru dan menegangkan, setidaknya dilihat dari materi kampanye dan kesiapan masing-masing capres untuk menang.
Ketiga capres sama-sama serius dan all out mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki: Dana besar yang digelentorkan, tim kampanye yang solid dan profesional, materi kampanye yang kuat dan menggigit, ditambah kemampuan mengambil posisi beda dari para pesaing. Baca artikel selengkapnya »
Konon di sebuah negeri yang kaya, berlangsung sebuah pemilu yang katanya untuk pembelajaran demokrasi dan pembangunan politik. Uang yang dikeluarkan bermilyar-milyar, tapi pelaksanaannya amburadul.
Singkat cerita, terpilihlah tiga capres ternama. Semuanya pinter ngomong dan pernah jadi penguasa. Tim suksesnya hebat-hebat. Kreatif dan brilian. Soalnya, mereka semua yakin menang.
Tapi masalahnya, ketiga capres ini cuma bisa ngomong dan menyerang lawan kalau sendiri-sendiri. Begitu disatukan dalam acara debat, mereka langsung jadi warga timur yang sangat santun dan menjaga perasaan lawannya. Baca artikel selengkapnya »
Aroma kampanye pilpres di Indonesia tergolong unik bila dibandingkan dengan negara lain. Di sini, para capres merasa terkungkung jargon kampanye santun yang dilontarkan oleh salah seorang capres.
Setahu saya, kampanye di luar negeri (atau, setidaknya di AS) tidak begitu mempermasalahkan kesantunan dalam berkampanye. Orang tidak protes ketika ada yang menjelek-jelekkan capres lain, tapi menjawabnya dengan konfirmasi dan klarifikasi.
Bahkan durkampanye (kampanye negatif) sekalipun dianggap biasa dan sangat lumrah di dunia politik–sama lumrahnya dengan durkampanye di dunia bisnis yang kerap dihembuskan suatu perusahaan untuk mendongkel kompetitornya dari dominasi pasar. Baca artikel selengkapnya »
Sejujurnya ini adalah pertama kalinya saya menulis komentar tentang kasus Manohara dan ibunya, Daisy Fajarina. Dari pertama kali ibunya Manohara muncul di TV menangis-nangis mengumumkan penculikan putrinya, Manohara hingga akhirnya ia berhasil kabur ke pelukan ibunya dan mengakui dugaan penyiksaan dan perkosaan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Tengku Fakhry, saya sama sekali tidak berminat untuk ikut-ikutan mengomentari kasus yang belum jelas ini. Pun saat mendengar bahwa kisah tragisnya akan segera ditayangkan dalam bentuk sinetron, saya masih belum merasa perlu ikut-ikutan memberi komentar, toh saya bukan penggemar sinetron yang menurut saya ceritanya kurang edukatif (baca Perempuan dalam Pasungan Sinetron oleh Wilson Sitorus) dan adegannya sangat tidak natural/terlalu didramatisir (bandingkan dengan drama-drama DAAI TV). Baca artikel selengkapnya »
Akhirnya, apa yang mungkin diimpikan dan didambakan oleh seorang Manohara Odelia Pinot terwujud: Dia bisa tampil di pentas hiburan Indonesia dan bermain di sebuah sinetron 25 episode sebagai pemeran utama.
Pundi-pundi kekayaannya pun mulai terisi. Diawali dengan bayarannya sebagai pemain sinetron yang digosipkan mencapai milyaran rupiah, dan kelak berlanjut dengan pemasukan dari iklan dan program hiburan lainnya. Baca artikel selengkapnya »
Semula, ide BLT yang digelontorkan pemerintah menyusul pemangkasan subsidi BBM ditentang secara berjamaah oleh banyak orang. Para penentang BLT berpendapat, daripada memberikan uang Rp. 300 ribu per tiga bulan yang besoknya habis dipakai buat beli beras, lauk-pauk, atau juga baju dan panci baru, lebih baik pemerintah mengkonversi BLT menjadi dana beasiswa, bibit gratis, pupuk super murah atau program pemberdayaan lainnya. Intinya, kalau mau mengubah nasib orang, kasih pancing, bukan ikannya.
Tapi pemerintah tetap ngeyel. Meskipun diprotes kanan-kiri, pemerintah terus membagi-bagikan uang tunai selama 2005-2008 ke orang-orang yang terdata sebagai orang super miskin. Pelaksanaan BLT pun diwarnai banyak masalah. Berhubung ketua RT dan petugas yang melakukan pendataan juga tidak kaya-raya dan belum steril dari godaan korupsi, maka banyak penerima BLT siluman hasil kolusi petugas lapangan. Baca artikel selengkapnya »
Suhu udara sepanjang masa kampanye begitu panas, sangat panas, bahkan jauh lebih panas dibandingkan Pileg 2009 atau Pilpres 2004 sekalipun.
Hari ini, misalnya, sebuah iklan setengah halaman tayang di harian KOMPAS. Isinya, menurut saya, cenderung provokatif dan mengabaikan etika berpolitik yang selama ini didengungkan oleh para peserta pilpres.
Judulnya bergaya hard-sell alias dodolan, layaknya penjual furniture yang menjajakan produk terbarunya di koran-koran: Mari Lakukan Ikhtiar agar Pilpres Satu Putaran Saja. Baca artikel selengkapnya »
Beberapa menit yang lalu:
Saya baru kelar makan siang di samping kantor seorang diri dan dalam perjalanan balik ke kantor. Di depan terlihat seorang wanita berlalu sendirian, beberapa jengkal di sampingnya juga berjalan seorang laki-laki, juga sendirian. Si wanita ada di sisi kanan, saya di tengah-tengah dan si laki-laki di sisi kiri. Saya tidak terlalu memperhatikan laki-laki itu.
Saat hampir berpapasan, si wanita menyapa saya, “Sendirian aja mas?”
Saya jawab spontan, “Iya.” Tapi ternyata laki-laki yang sekarang posisinya sudah sejajar dengan saya dan wanita itu juga ikutan menjawab, “Iya, mbak.” Baca artikel selengkapnya »
Si Butet ‘Soeharto’ Kartaredjasa adalah tokoh paling bersinar menjelang kampanye pilpres 2009. Meskipun dia bukan capres, tapi penampilannya pada malam Deklarasi Pemilu Damai 2009 menjadi perbincangan semua orang selama berhari-hari.
Banyak kalangan menilai penampilannya malam itu semakin mengukuhkan dirinya sebagai seniman jempolan paling berpengaruh saat ini. Tapi banyak juga yang mengecam dan menganggapnya tak lebih dari ‘pelacur seni’ yang dibeli oleh salah seorang capres. Baca artikel selengkapnya »
Setahun lalu, tepatnya tanggal 16 Juni 2008, saya menurunkan tulisan seputar perang tarif operator seluler. Laporan tersebut saya buat berdasarkan hasil Temu Pelanggan Seluler Bersama KOMPAS yang rutin diselenggarakan di areal pameran Indonesia Cellular Show (ICS).
Hari ini, ICS kembali digelar selama 4 hari sejak tanggal 10 Juni kemarin. Begitu juga dengan acara Temu Pelanggan Selular (TPS 2009) yang berlangsung Kamis kemarin. Sayang saya tidak bisa hadir karena tidak bisa melepaskan kesibukan di kantor.
Tapi untung ada Reiki, salah satu peserta TPS 2009, yang dalam komentar di artikel tersebut melaporkan sekilas hasilnya. Menurutnya, materi seminar di forum kemarin nyaris sama dengan materi yang disampaikan tahun lalu. Artinya, perbincangan masih seputar tarif murah, tarif diskon, tarif gratis dan gebyar promo dari operator seluler lainnya. ponsel-kita/#more-975" class="more-link">Baca artikel selengkapnya »
Pemilu Presiden tahun ini mengingatkan kita pada rangkaian pemilu fiktif selama Orde Soeharto. Ada tiga warna yang mewakili tiga kontestan yang masing-masing berjuang sekuat tenaga menjadi pemenang lomba.
Kalau waktu pemilu fiktif warnanya adalah Hijau, Kuning dan Merah, maka tahun ini komposisi warnanya sedikit berubah menjadi Merah, Biru dan Kuning. Urutannya juga beda, tidak seperti pemilu fiktif yang Hijau selalu di nomor satu, Kuning di tengah dan Merah di nomor buncit. Baca artikel selengkapnya »
Apa yang dialami oleh Bu Prita merupakan bukti betapa hukum di Indonesia berpihak pada individu dan/atau kelompok yang punya uang dan kekuasaan. Kejaksaan (baca: oknum jaksa) dengan mudah menentukan kemasan tuntutannya sesuai dengan keinginan dan pesanan individu dan/atau kelompok yang punya uang dan kekuasaan tersebut.
Sekedar berbagi pengetahuan Saya paparkan bentuk lain ketimpangan hukum yang menimpa individu tak berpunya yang terjadi di negeri ini. Kali ini terjadi di Kota Tebing Tinggi Propinsi Sumatera Utara belum lama ini. Pada awal tahun 2008 yang lalu Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi membongkar kasus korupsi di Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Tebing Tinggi. Kasus korupsi tersebut terjadi pada pelaksanaan Paket Pekerjaan Pelebaran Jl. Ir. Juanda Kota Tebing Tinggi. Baca artikel selengkapnya »
Bagi banyak orang, elevator atau lift itu barang aneh. Eit, tunggu dulu. Jangan buru-buru bilang, “Selain saya loh ya…” Soalnya, kita semua kan dulunya orang kampung juga. Maksud saya, lahir di kampung trus tinggal di kota. Tapi meskipun banyak yang tinggal dan lahir di kota, tetap aja bisa dibilang kampungan soal lift, karena waktu lahir pasti belum tahu apa itu lift. Kecuali kalau lahirnya emang di lift. Pastinya ada sih, cuma sayanya aja yang belum pernah dengar ceritanya….
Nah, yang mo saya ceritain di sini adalah soal kelucuan orang-orang dalam berinteraksi dengan lift.
Pertama ada cerita bokap saya (almarhum) yang pengalaman pertamanya naik lift bikin heboh semua orang. Waktu itu sekeluarga lagi nginep di hotel dalam sebuah perjalanan ke luar kota, dan itu pertama kalinya bokap masuk gedung bertingkat! Baca artikel selengkapnya »
tulisan ariimogiri berjudul ‘kompasiana propenentang sby?’ yang diposting kemarin mendapat tanggapan dari banyak kalangan blogger dan kompasianer. meskipun tulisan ini tidak memberikan justifikasi, tapi komentar di bawahnya justru kembali menunjukkan semangat dukung-mendukung capres.
sejatinya tidak ada yang salah dengan apapun yang ditulis dan dikomentari para kompasianer. semua menjadi hak kita semua, sepanjang mengikuti koridor yang sudah ditetapkan oleh admin (antara lain dengan menggunakan nama asli, tidak saling mencaci-maki dan tidak bernada sara ataupun pornografi). dan ungkapan dukungan kepada salah satu capres adalah salah satu manfaat yang bisa didapat dari sistem web 2.0 yang diadopsi penuh di kompasiana. Baca artikel selengkapnya »
Persis sebulan menjelang pilpres, media massa dan jagat politik negeri ini diramaikan dengan satu kata yang diyakini dapat mempengaruhi opini banyak orang: Survey!
Ya, di mana-mana ada survey. Ada lembaga survey dari media, ada dari lembaga independen bahkan ada juga lembaga survey yang diawaki orang-orang bule alias lembaga internasional. Saat ini setidaknya ada 18 lembaga survey pemilu resmi yang sudah terdaftar di KPU (lihat daftarnya di bawah).
Lantas, apakah kehadiran lembaga survey ini bermanfaat bagi rakyat? Pastinya tidak! Lembaga survey pada akhirnya hanya menjadi medan perang (battlefield) baru buat kontestan pemilu (baca: capres). Yang disuguhkan ke khalayak hanya pertentangan dan pertikaian dalam bentuk angka. Baca artikel selengkapnya »
Gugatan Omni International terhadap salah satu pasiennya, Prita Mulyasari, menjadi boomerang bagi rumah sakit yang baru berusia dua tahun ini. Semua orang dengan jelas menyatakan dukungannya buat Prita. Prita tidak layak dipenjara, hakim dan jaksa tidak peka, bebaskan prita, UU ITE disalahgunakan, dan masih lagi ragam dukungan yang diungkapkan.
Yang mendukung tidak hanya dari kalangan ibu-ibu di rumah yang menonton kasus ini sambil menyuapi anaknya atau sambil mengiris bawang. Tukang ojek yang sedang menunggu pelanggan juga berharap Prita segera dibebaskan.
Kalau kalangan netter dan blogger, jangan ditanya. Mereka yang setiap hari makan blog dan minum jus email pasti sewot abis dengan adanya kasus ini. Prita digugat rumah sakit karena email aja sudah bikin kuping panas. Apalagi sampai Prita dipenjara hanya karena terkena pasal sampah. Hati jadi mendidih-didih, dan uapnya terlihat jelas di banyak tulisan dan komentar di blog-blog. Baca artikel selengkapnya »
Beberapa bulan lalu, saya sempat terheran-heran membaca iklan Lembaga Survey Indonesia (LSI) di harian KOMPAS yang secara nyata menyatakan dukungannya kepada SBY. Iklan ini sepintas mirip dengan iklan LSI lainnya dalam memberikan dukungan kepada kontestan Pilkada yang menggunakan jasanya.
Tapi keheranan saya terbayar hari ini, setelah tahu bahwa kubu SBY mendanai survey yang dilakukan SBY. Seperti diberitakan KOMPAS.com, LSI mengakui survey yang dirilis 4 Juni kemarin dibiayai oleh Fox Indonesia, konsultan kampanye SBY-Boediono. Survey terakhir LSI yang menyoroti elektabilitas capres menjelang Pilpres 2009 ini dilaksanakan pada tanggal 25-30 Mei. Baca artikel selengkapnya »
Tulisan saya yang berisi runutan peristiwa atau kronologi kejadian kasus Prita Mulyasari mendapatkan tanggapan beragam dari para kompasianer (warga kompasiana). Berikut beberapa tanggapan yang menurut saya layak diketahui oleh lebih banyak orang: Baca artikel selengkapnya »
Enggak bisa dipungkiri, Facebook, Twitter dan situs jejaring sosial lainnya sudah berubah menjadi rumah pribadi setiap netter yang pintunya terlalu terbuka dan bisa dikunjungi oleh setiap teman kapan pun juga. Apapun yang ada di rumah maya kita, semua orang bisa melihat dan menikmatinya.
Bahkan situs semacam ini sudah berubah jadi semacam browser tersendiri. Soalnya, setiap kali buka internet, pasti yang terbuka pertama kali adalah halaman Facebook, untuk mengecek status terbaru teman-teman dan mengupdate status pribadi. Baca artikel selengkapnya »
Inilah kronologi lengkap kasus yang menimpa Prita Mulyasari mulai dari awal dia berobat ke RS Omni International sampai kemudian digugat secara perdata dan pidana lalu dipenjara selama tiga minggu lamanya. Saya hanya bisa bilang, “Cukup Prita yang mengalami kejadian seperti ini”:
7 Agustus 2008, 20:30
Prita Mulyasari datang ke RS Omni Internasional dengan keluhan panas tinggi dan pusing kepala. Hasil pemeriksaan laboratorium: Thrombosit 27.000 (normal 200.000), suhu badan 39 derajat. Malam itu langsung dirawat inap, diinfus dan diberi suntikan dengan diagnosa positif demam berdarah.
8 Agustus 2008
Ada revisi hasil lab semalam, thrombosit bukan 27.000 tapi 181.000. Mulai mendapat banyak suntikan obat, tangan kiri tetap diinfus. Tangan kiri mulai membangkak, Prita minta dihentikan infus dan suntikan. Suhu badan naik lagi ke 39 derajat. Baca artikel selengkapnya »
Bila Anda mendapat pelayanan buruk dari sebuah restoran, toko pakaian atau rumah sakit, apa yang akan Anda lakukan?
Sebelum era web 2.0 dimulai, orang banyak menyampaikan keluhannya di media cetak melalui surat pembaca atau email atau curhat terbuka di radio. Orang yang mengambil langkah ini biasanya tidak terlalu berharap banyak pada pihak yang dianggap telah merugikannya. Dia hanya ingin agar banyak orang tahu, lalu mengambil hikmah dari apa yang telah dialami.
Efek dari Surat Pembaca ternyata bisa menjadi media komunikasi yang cukup efektif antara konsumen dan produsen. Perusahaan yang di-complaint biasanya akan langsung merespon keluhan atau pengaduan konsumennya dengan meminta informasi lengkap ke media tempat dia berkirim surat.
Dari situ, terjadi komunikasi, bisa berupa klarifikasi, permintaan maaf dan sebagainya antara konsumen dan perusahaan yang bersangkutan. Di kemudian hari, muncullah tanggapan dari perusahaan yang menyatakan bahwa masalah yang dikeluhkan oleh konsumen sebelumnya sudah diselesaikan dengan baik dan masalah dianggap selesai. Baca artikel selengkapnya »
Kekuatan tiga pasang capres bergerak dinamis. Bahkan sebelum Mega resmi memegang nomor urut 1, SBY No. 2 dan JK No. 3, posisi dan elektabilitas ketiganya di atas kertas terus berubah-ubah. Mega, misalnya, dikabarkan mampu meraih simpati dan menyedot perhatian rakyat setelah berdeklarasi di tempat paling kumuh terdekat dari istana negara, TPA Bantar Gebang.
Lalu JK, dengan simbol Islam yang menguat pada dirinya juga tampil lebih meyakinkan, khususnya di hadapan para konstituen muslim. JK memang dikenal sebagai figur islamis, bahkan salah satu nilai jualnya dalam Pilpres 2004 adalah latar belakang agama yang kuat. Baca artikel selengkapnya »
Mau makanan dan minuman rasa politik? Meskipun warung ini namanya diambil dari salah satu nama cawapres, bukan berarti ini warung punya dia. Soalnya kalau udah nyapres udah pasti kaya, dan kalau udah kaya gak perlu buka warung buat nyari sesuap nasi kan? Baca artikel selengkapnya »
Sejak didapuk menjadi cawapres oleh SBY, perjalanan hidup Boediono seolah memasuki ‘dunia lain’ yang sama sekali beda. Dia harus meninggalkan bahasa tubuh, tampilan visual dan cara berkomunikasi yang lama melekat pada dirinya.
Kalau sebelumnya dia jarang tersenyum, sekarang senyum itu seolah ditempelkan dan dilem di wajahnya. Kalau dulu dia jarang bicara, sekarang harus lebih banyak berkata-kata, khususnya dalam menjawab pertanyaan wartawan. Kalau dulu dia enggan melambai-lambaikan apalagi menegur orang lain, sekarang dia harus tampil layaknya selebritas di atas karpet merah.
Semuanya itu bahkan diatur dan diarahkan oleh satu tim berlabel Tim Pemenangan SBY-Boediono. Baca artikel selengkapnya »
Sejak dua minggu kemarin, saya menyaksikan ‘keberuntungan’ dua orang pembaca KOMPAS.com yang mendadak dapat Xbox dari Microsoft Indonesia. Sebenarnya, keberuntungan mereka berdua membawa pulang konsol game seharga Rp. 4 juta ini bukan semata-mata hadiah turun dari langit. Ada sedikit usaha dan kreasi, tapi memang tidak menuntut upaya yang besar atau sampai menguras waktu dan pikiran.
Orang pertama yang mendapatkan Xbox hanya menaruh sebuah laptop di dapur, lalu dia dengan santai memasak tanpa khawatir cipratan minyak goreng akan merusak layar laptopnya. Lalu peraih Xbox berikutnya (baru saja diumumkan beberapa menit lalu), mencoba berkreasi ala kartun dan menempatkan tokoh kartun hasil kreasinya sendiri di depan laptop. Baca artikel selengkapnya »
Kredo artinya keyakinan, kepercayaan atawa dasar tuntunan hidup. Dalam setiap hal, pasti ada kredo yang kita pegang, baik secara sadar maupun tidak. Hadir secara nyata maupun samar-samar.
Nah, dalam konteks pilpres yang tinggal beberapa saat lagi, saya mencoba menyajikan 7 kredo yang diolah dan disajikan secara singkat dan cepat.
Selamat menikmati kredo kami. Dijamin enak, tidak pedas, kacang panjang dan kolnya juga masih segar (kok mirip kredok ya… hehehe…).
Anda boleh percaya, boleh tidak, boleh juga antara percaya dan tidak…. Baca artikel selengkapnya »
Mungkin tips ini enggak penting2 banget. Tapi paling tidak, saya punya sedikit trik yang mungkin bisa dipraktekkan dalam mengelola tulisan di blog:
Gitu aja dulu tips singkat yang gak penting dari si goBLOG.
Selamat ngeblog…!
Setiap blog pasti punya kolom komentar, lengkap dengan foto avatar yang menggambarkan identitas si komentator. Si avatar ini bisa berbentuk kartun, foto wajah si pengirim komentar atau gambar apapun yang diinginkan. Kreasi gambar di dalamnya sebebas kita menentukan gambar avatar di Yahoo! Messenger.
Tapi pertanyaannya, mengapa tidak semua komentator ada fotonya? Avatar memang tidak muncul secara otomatis. Avatar di YM, misalnya, tidak dapat muncul di setiap website yang Anda kunjungi.
Lantas bagaimana cara membuat gambar avatar agar muncul di setiap komentar blog yang kita buat? Caranya gampang. Anda cukup berkunjung ke situs pembuat avatar seperti Gravatar di http://en.gravatar.com. Baca artikel selengkapnya »
Ini bukan soal siapa yang jadi capres atau cawapres dalam koalisi PDIP-Gerindra, karena beberapa jam setelah deklarasi pasangan SBY BERBUDI, kedua pasangan ini sudah sepakat bulat untuk berduet dalam pilpres 2009. Megawati capres, dan Prabowo cawapresnya.
Tapi tulisan ini sebatas usulan untuk penamaan atau ‘merek dagang’ yang bisa dipakai oleh pasangan paling bontot ini. Saya melihat, hingga hari ini, pasangan ini belum ‘menemukan’ merek yang pas. Mungkin merek resminya baru diumumkan saat pendeklarasian satu-dua hari ke depan yang rencananya akan diadakan di desa, bukan di kota. Baca artikel selengkapnya »
Buat saya pribadi, PKS adalah partai yang punya daya simpatik tinggi, khususnya untuk segmen rakyat yang selama ini belum menemukan partai dengan komitmen dan konsistensi sekuat PKS. Tapi masalahnya, PKS belum menjadi partai yang ‘cantik’ dalam berpolitik.
Cantik dalam arti pandai berdiplomasi, beretorika dan mempengaruhi lawan bicara. Ilmu retorika jadi sangat penting dalam komunikasi horizontal dengan sesama pemain politik (partai dan politikus). Kalau komunikasi ke bawah mungkin cukup dengan mengandalkan keahlian komunikasi politik yang diadopsi dari komunikasi bisnis. Tapi begitu membahas koalisi, deal-deal politik dan tawar-menawar posisi, tidak cukup dengan hanya berkata jujur dan bersikap apa adanya. Baca artikel selengkapnya »
Pasangan SBY dan Boediono boleh saja disebut pasangan unggulan. Tapi faktanya sekarang, sebelum pasangan itu resmi dideklarasikan, penolakan bermunculan bagaikan bah air tsunami yang menerjang koalisi Cikeas.
PKS, PKB, PAN dan PPP langsung memasang wajah tak senang dan rona muka memerah. Mereka tak percaya, prediksi dan gosip yang beredar dua minggu terakhir menjadi nyata: SBY benar-benar memilih Boediono, mantan kader PDIP yang kini tidak punya afiliasi politik apapun. Baca artikel selengkapnya »
Istilah bunuh diri tidak hanya berlaku untuk orang yang sengaja menggantung lehernya atau meminum racun serangga. Bunuh diri juga berlaku untuk orang yang melakukan sesuatu tanpa keahlian seperti berenang di laut, padahal di kolam renang saja dia tenggelam.
Itulah PDIP. Kalau partai moncong putih ini jadi berkoalisi dengan Partai Demokrat, pada pemilu 2014 nanti partai ini akan semakin terperosok lebih dalam. PDIP bisa jadi sedang diperdaya oleh Demokrat dengan pemanis buatan bernama ‘kebersamaan membangun bangsa’. Target SBY adalah agar setelah kalah dalam pilpres, PDIP tidak lagi jadi oposan. Baca artikel selengkapnya »
Lembaga apa yang bisa merugikan tatanan politik dan kepentingan politikus bila diganggu dan digugat pihak lain? Jawabnya adalah Komisi Pemilihan Umum, lembaga independen yang melaksanakan pemilu, menentukan siapa yang mendapatkan jatah kursi di DPR dan siapa yang menjadi presiden berikutnya. Meskipun semua keputusan itu mengacu pada pilihan rakyat di TPS, tapi hasil akhirnya tetap ada di tangan KPU.
Kedigdayaan KPU antara lain dipertontonkan pada 9 Mei lalu dengan mengumumkan hasil pemilu, padahal hasil penghitungan suara dari Nias Selatan dan Papua belum diserahkan. Tidak hanya mengumumkan perolehan suara, KPU dengan santain juga mengumumkan perolehan kursi untuk masing-masing partai. Baca artikel selengkapnya »
Kasus keterlibatan Antasari Azhar belum memasuki tahapan penting berikutnya. Menurut Ari Yusuf Amir, kuasa hukum Antasari, hingga saat ini belum ada motif yang disangkakan terhadap kliennya. Pihaknya pun meminta polisi untuk segera menghentikan penyidikan jika tidak ada bukti cukup yang dimiliki polisi.
Tentu tidak mudah mengungkap kasus yang konon dipenuhi oleh misteri dan konspirasi ini. Begitu menyimak kronologi pengungkapan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan ketua KPK Antasari Azhar awal minggu kemarin, saya pun mencoba mengurai sedikit demi sedikit fakta. Baca artikel selengkapnya »
SBY sedang membeli waktu, bermain dengan timing yang tepat dan menggunakan jurus Macan Nangring di Bukit: menanti korban yang melintas di bawahnya, lalu menerkam dalam satu tarikan nafas.
Dalam memaknai penetapan cawapres dari kubu Demokrat, saya melihat SBY tidak sedang kesulitan menemukan sosok yang tepat. SBY hanya memerlukan waktu yang tepat untuk mengumumkannya ke khalayak ramai. Istilah 19 bakal calon yang dilempar ke media bisa dibilang hanya sebagai pengalih perhatian belaka.
Saat JK sudah mengumumkan Wiranto sebagai pasangannya, Megawati berancang-ancang mengumumkan cawapresnya hari ini dan Prabowo masih bimbang mau jadi capres atau cawapres, SBY belum juga buka mulut dan membiarkan media berspekulasi seputar dirinya. Baca artikel selengkapnya »
Hari ini Antasari Azhar, salah satu simbol pemberantasan korupsi di era pemerintahan SBY, menjalani pemeriksaan intensif selama tujuh jam mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.00 WIB. Hampir semua media menempatkan orang terbaiknya untuk mengikuti perkembangan terkini pemeriksaan pentolan KPK ini.
Berikut saya rangkumkan apa yang terjadi di Polda Metro Jaya berdasarkan rekam berita hari ini, sekedar memberi gambaran kronologi beralihnya status AA dari saksi menjadi tersangka:
09.40: Antasari tiba di Polda Metro Jaya. Dia memenuhi panggilan kepolisian sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. “Saya diundang pukul 10.00 besok pagi dan akan berangkat sekitar pukul 08.30,” tandasnya dalam jumpa pers kemarin siang di rumahnya. Baca artikel selengkapnya »
Saat kontes Pilpres 2009 mendapatkan kontestan pertamanya (JK-WIN) per satu Mei kemarin, kabar terkaitnya pentolan KPK Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen lebih menyita perhatian banyak orang. Maklum, korupsi menjadi salah satu dodolan politik dalam pilpres maupun pileg, dan salah satu tombak kebangkitan pemberantasan korupsi pascareformasi ada di tangan Antasari dan rekan-rekan.
Maka isu keterlibatan Antasari yang konon ditengarai sebagai otak pembunuhan sadis itu bergulir cepat. Dua kubu pun terbentuk, satu kubu menandaskan kasus ini sebagai kejahatan tingkat tinggi yang akan menampakkan kepada masyarakat wajah KPK sesungguhnya, sementara kubu seberang meyakini masuknya nama Antasari dalam kasus pembunuhan ini tidak lebih dari konspirasi tingkat tinggi dalam upaya meruntuhkan tatanan perjuangan pemberantasan budaya korupsi yang sedang dirintis oleh KPK. Baca artikel selengkapnya »
Pemilu Korea Selatan: Dan pemenangnya adalah… 1… 2… 3… Partai Konservatif…
Pemilu Amerika Serikat: Dan pemenangnya adalah… 1… 2… Partai Demokrat…
Pemilu Indonesia: Dan pemenangnya adalah… 1… 2… mmm… bentar ya… 1… 2… belum nih… 1… 2… maaf, suara yg terkumpul baru 1-2 persen….
Diambil dari dinding Gugat KPU
Pada saat gegap-gempita pilpres AS mewabah di negeri ini, saya membayangkan Indonesia nantinya bisa punya presiden dan wakil presiden dari satu partai yang sama. Berhubung mereka satu tim dan satu partai, mereka bisa menjalin kerjasama yang lebih harmonis dan strategis.
Punya wakil presiden dari partai jelas lebih nyaman dan lebih stabil. Roda pemerintahan tidak lagi dibayang-bayangi keretakan rumah tangga istana dan cekcok yang tidak penting dan bikin negara jadi rawan dicaplok negara luar. Baca artikel selengkapnya »

spanduk dukungan sby-at ini dipasang di belakang halaman gedung dpr ri bersamaan dengan rapimnasus golkar, saya ambil jam 3 sore tadi dari kantor.
Akbar Tanjung sepanjang musim pileg 2009 terlihat tidur, tidak nongol di mana-mana dan omongannya tidak dikutip di mana-mana. Tapi sim salabim. Dalam sekejap, namanya muncul dalam bursa cawapres yang bikin gerah para pendukung JK.
Berbagai teori pun bermunculan. Mulai dari teori politik balas dendam, sampai teori hukuman telak untuk JK (selama kepemimpinannya Golkar banyak kalah dalam pilkada, dan puncaknya kalah dalam pileg 2009).
Tapi sebenarnya, dalam sebuah kerjasama, yang lebih dominan adalah soal like dan dislike. Anda mungkin pernah melihat teman kantor yang pintar, rajin dan berprestasi, tapi karirnya jalan di tempat. Anda akan bilang, “tuh orang kurang disukai ama bosnya.” Baca artikel selengkapnya »
“Politik adalah wujud kesombongan dan berakhir dengan kesombongan”.
Dinamika politik menjelang pilpres 2009 semakin dikuasai dengan corak kesombongan. Semua orang mafhum, untuk bisa bertahan dalam persaingan politik, seseorang harus punya cita rasa sombong yang tinggi. Bahasa sederhananya harus percaya diri alias penuh keyakinan.
Yakin punya prinsip benar, dan percaya apa yang dilakukan menguntungkan dan tidak salah jalan. Tanpa kesombongan, satu kelompok politikus akan kesulitan mengambil langkah ke depan, menyusun strategi dan membangun kekuatan dengan pihak luar. Maka tak aneh kalau para politikus sangat sadar penampilan dan selalu menjaga wibawa dalam rangka mempertahankan cita rasa sombong tadi. Baca artikel selengkapnya »
hari ini, tulisan mas inu yang tidak pernah jauh dari keseharian dan pernak-pernik seputar sby kembali jadi top blog of the day (dibaca 2356 kali dengan 45 komentar). memang sih dari judulnya tulisan ini cukup menghentak dan menarik untuk diklik: “metro tv terlarang di cikeas”.
tapi begitu dibaca, isinya tidak seperti yang tersurat di judul (metro benar-benar dilarang oleh penguasa cikeas, misalnya), meski tetap bikin pembaca geleng-geleng kepala sambil membatin, “kok bisa ya siaran metro gak keluar di tv-tv pendapa cikeas?
tulisan mas inu di kompasiana memang hanya berisi sby. tema blognya saja jelas dan tegas, yaitu seputar “pak beye dan istananya”. ciri khasnya satu: tidak pernah pakai huruf kapital (seperti terlihat di tulisan ini), untuk alasan apapun. dan berkat ketekunan dan spesialisasi tiada duanya inilah mas inu seperti selebritis di kalangan blogger dan netter, khususnya mereka yang sudah masuk ke komunitas kompasiana (baik sebagai blogger, komentator, pembaca setia maupun pembaca sambil lalu saja). Baca artikel selengkapnya »
Ide mencantumkan nama caleg di lembar kertas suara sangat brilian: Setiap warga negara berhak menentukan siapa orang yang akan mewakilinya sebagai Wakil Rakyat. Artinya, tidak cukup hanya memilih gambar partai seperti berlaku sepanjang rezim Orde Baru.
Maka nama-nama caleg pun mulai jadi arah baru pemilihan. Dan supaya ide brilian ini tidak menjadi absurd, ketentuan nomor urut diganti dengan ketentuan perolehan suara terbanyak untuk setiap caleg. Dengan peraturan baru ini, partai tidak lagi bisa merampas suara yang masuk ke satu caleg lalu melimpahkannya ke caleg nomor urut satu yang sebenarnya tidak mendapat satupun suara. Baca artikel selengkapnya »
Pemilu sudah berlangsung dalam suasana yang cukup kondusif. Sang presiden pun telah menandaskan, pemilu berlangsung relatif baik, meski terjadi kekisruhan di beberapa tempat akibat amburadulnya DPT dan terkait teknis pemilu yang masih tergolong baru.
Tapi, di luar itu, Indonesia masih tetap aman dan damai, tanpa keributan apalagi pertikaian berdarah.
Padahal kalau bangsa ini berkarakter keras dan asal bablas, pemilu 2009 bisa berbuah petaka. Banyak alasan untuk menyebut pemilu tahun ini tidak dipersiapkan secara matang dan profesional. Baca artikel selengkapnya »
Pagi tadi saya menyimak satu kuis menarik di Prambors FM terkait pemilu besok. Yaitu kuis mencari satu caleg bersih dari tiga caleg yang diajukan oleh sang penyiar. Ketiga caleg itu (nama khayalan, tentu) adalah Dr. Handoyo Hertaraharjo, Asep Sunarya, SH dan Dra. Indah Susanti. Prambors sudah menentukan satu nama caleg yang bersih, sementara dua lainnya adalah caleg tukang tidur dan caleg koruptor.
Maksud dari kuis berhadiah voucher belanja ini adalah untuk melatih feeling waktu mencontreng nanti. Maklum, nama-nama caleg yang sebelumnya berpromosi dengan wajah berpeci dan rambut berkonde atau berkerudung hanya akan terlihat namanya saja di kertas suara. Makanya kelihaian melihat karakter orang dari namanya perlu dilatih. Baca artikel selengkapnya »
Anda bingung menghadapi pemilu Kamis besok? Jangan gusar, karena wakil presiden kita juga bingung dan ikut geleng-geleng kepala melihat model pemilu negeri ini. Di blognya dia bilang, “Pemilu di Indonesia adalah Pemilu yang paling rumit di dunia.”
Tapi apapun kerumitan dan tantangan yang menghadang dalam pemilu Kamis nanti tidak berarti menggerus semangat kita untuk ikut andil dalam menentukan masa depan negeri ini, minimal lima tahun ke depan.
Kok pede banget sih bilang satu orang yang masuk ke bilik suara bisa merubah wajah Indonesia? Apa enggak kelewat hiperbolis dan oportunis pernyataan kaya tuh?
Yup, awalnya saya juga ingin mengarahkan keyakinan hati ke arah situ. Tapi kalau kita menggunakan hitungan matematis, maka 1 x 200 ribu hak mencontreng yang tidak digunakan akan menghasilkan 200 ribu kertas suara kosong. Baca artikel selengkapnya »
Tidak disangka, tulisan saya seputar kepiawaian Fox Indonesia meramu materi kampanye SBY bermuara pada satu isu yang jarang diangkat tinggi-tinggi di media manapun. Yaitu kasus luapan Lumpur Lapindo yang hingga saat ini semakin melebar dan terus memakan korban-korban baru.
Bila ditarik ke ranah politik, isu lapindo tidak akan dilihat sebagai sebuah musibah seperti yang selama ini diyakini oleh Lapindo Brantas, tapi sebagai kecerobohan kerja yang tidak saja merusak ekosistem dan lingkungan hidup, tapi juga telah memusnahkan permukiman, rumah-rumah, menghilangkan pasar, perkantoran, jalan dan fasilitas negara lainnya. Baca artikel selengkapnya »
Masa tenang tiga hari menjelang pencontrengan kerap dihiasi dengan kegaduhan sunyi. Partai-partai mengheningkan diri. Mereka terlihat tidak melakukan apa-apa. Promosi jor-joran gaya jualan alias dodolan sudah lewat masanya. Mulailah babak paling kritis untuk mendapatkan sebanyak mungkin calon pemilih.
Di babak pamungkas ini, yang berbicara bukan lagi jurkam dengan jualan janji-janji atau artis dengan memanfaatkan popularitas dan goyang pinggulnya. Tapi yang bicara dan lebih didengar orang adalah kertas bernama DUIT. Baca artikel selengkapnya »
Masa kampanye untuk pileg 2009 berakhir sudah. Pak SBY yang menurut saya memiliki tim kampanye paling solid dan cerda tahu persis apa yang harus disampaikan di hari terakhir masa kampanye terbuka. Pesan yang disampaikan ke calon pemilih tidak lagi bernuansa dodolan atau hard-sell tapi kembali ke gaya simpatik.
Dalam kampanye terakhir di Magelang Jawa Tengah tadi pagi, dia menghimbau seluruh simpatisan dan kader Demokrat untuk membersihkan atribut partai yang berserakan di mana-mana. Itu kiat menarik simpati kalangan swing voter, alias pemilih mengambang alias calon golput yang tentu merasa resah dengan kericuhan kampanye.
Untuk menarik simpati kalangan pemilih yang tidak masuk kategori swing voter, SBY meminta para kader Demokrat yang terpilih sebagai anggota DPRD di seluruh daerah agar mendukung pemerintah daerah yang sedang berjalan, meskipun Gubernur atau Bupati atau Walikota dimaksud tidak berasal dari partai Demokrat. Pesan ini ingin menegaskan ke semua orang bahwa Demokrat adalah partai yang lebih mengutamakan kemajuan daerah ketimbang dinamika politik lokal semata. Baca artikel selengkapnya »
Sambil pusing mikirin partai mana yang bakal dicolek di bilik suara Kamis besok, mending kita rehat sejenak di week end ini. Enaknya, ya ngegosip. Kebetulan, dalam musim pemilu 2009 ada gosip yang sedang diburu dan dihembuskan para wartawan, khususnya media infotainment.
Apalagi kalau bukan seputar kedekatan Maia Ahmad si calon janda kembang (kok janda pake calon segala sih. Kaya lagi ada piljan aja…) dengan capres duren alias duda keren Prabowo Subianto. Baca artikel selengkapnya »
Semakin mendekat hari H Pileg 2009, semakin banyak caleg dan capres yang ngomong soal kesejahteraan. Persis akhir bulan kemarin, misalnya, Megawati kembali menyerang SBY yang membuat perekonomian jadi lebih seret dan harga-harga mahal. Dia berkoar membodohi ibu-ibu yang tidak memilihnya dalam pemilu 2004 dan lebih memilih si ganteng SBY. Dan untuk lebih meyakinkan pemilih, Megawati membuat kontrak politik untuk sembako murah lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat.
Lalu Prabowo juga hadir dengan 8 pilar ekonomi berbasis rakyat yang dijamin lebih pas dan tokcer membangkitkan perekonomian dibandingkan model neo-liberal yang dianut pemerintah SBY dan Megawati. “The real economy is sawah, pendidikan, waduk. That’s the real economy for the people, for the nation, for the future,” ujarnya dalam salah satu iklan radio. Baca artikel selengkapnya »
Dalam tulisan saya sebelumnya seputar pelaksanaan pileg dan pilpres Indonesia di luar negeri, saya mengundang rekan-rekan di luar negeri untuk memberikan masukan seputar pelaksanaan pemilu di negara tempat mereka tinggal, bekerja dan belajar.
Salah satunya datang dari Athoel, seorang teman yang sudah sekian tahun lamanya tinggal di Kuwait. Dia mengungkapkan beratnya beban kerja panitia di sana, karena hanya ada satu TPS untuk 10 ribu pemilih. Beban TPS ini sangat jauh lebih besar (persisnya 33 lipat) dibandingkan beban TPS dalam negeri yang hanya bermuatan maksimal 300 orang.
Dan semua urusan pemilu ditangani sendiri, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai penghitungan dan pengiriman hasil ke tanah air. Baca artikel selengkapnya »
“Udah dulu ya mas. Pak Prabowo udah capek,” kata salah seorang Tim Sukses Prabowo sambil mencoba menggiring bosnya menjauh dari Café Amigos.
Tapi Prabowo terus asyik melayani para blogger dan penggemarnya di Facebook. Buku-buku yang ia bagikan usai acara ngariung bareng blogger dan fans fb-nya semalam kembali terbuka lebar, menanti giliran ditandatangani. “Mending kita duduk aja ya, jadi kaya peluncuran buku gitu,” ujar Prabowo sambil berjalan masuk lagi ke café. Baca artikel selengkapnya »
Hore! Tidak terasa, pemilu tinggal sembilan hari lagi. Sorak-sorai menyambut pemilu ini boleh jadi tidak dikumandangkan oleh mayoritas rakyat. Tapi yang pasti bersorak dan berhore-ria adalah para kontestan pemilu, khususnya SBY sang presiden—lantaran 9 hari lagi pemilu ‘09 akan digelar tepat tanggal 9.
Tapi, sekarang tidak ada lagi permainan angka. Tidak ada lagi urusan membangun citra apalagi tebar pesona. Tidak ada lagi janji-janji apalagi pemaparan visi-misi. Yang sedang dilakukan oleh partai dan kontestan pemilu adalah jualan, dodolan, hard sell sekeras-keras.
Maka tampillah kertas suara sebagai tokoh iklan semua partai. Kertas seukuran sajadah besar ini digelar lebar-lebar. Posisi gambar partai diarahkan sejelas-jelasnya. Cara mencontreng yang benar diajarkan pelan-pelan. Bahkan ada partai yang menjelaskan posisi partainya di kertas pemilu seperti orang memberi petunjuk jalan: Lurus, belok kiri, kanan dikit, sampai dah! Baca artikel selengkapnya »
Semalam, di atas meja kamar ibu saya, teronggok sekotak obat ramuan jamu dalam kapsul warna merah-hitam. Di atas kotak obat itu tertera tulisan besar: “Obat Segala Penyakit”.
Ya, tulisan itu adalah promise atau pesan yang lazim saya dapati dalam obat-obatan alternatif. Meskipun berasal dari bahan baku yang berbeda, tapi khasiat yang dijanjikan obat-obat seperti ini sama. Semuanya bilang mampu mengobati apapun penyakit Anda, mulai dari diabetes, liver, kanker, jantung, darah tinggi, juga asam urat dan masih banyak lagi.
Lalu, apa hubungannya obat alternatif dengan partai peserta pemilu? Hmm, memang keduanya tidak punya hubungan dekat, tapi punya kesamaan yang sangat mirip, yaitu sama-sama mengklaim mampu menyelesaikan semua masalah dan penyakit (negeri ini). Dan itu ditandaskan oleh semua partai. Baca artikel selengkapnya »
Dalam kolom komentar tulisan saya seputar pelaksanaan pemilu yang serba mepet, Nining, seorang rekan blogger di Tokyo memberikan masukan yang sangat berharga seputar pelaksanaan pemilu Indonesia di luar negeri.
Dia bilang begini:
Mas Is, yang jelas sudah tidak bisa tidur adalah anggota PPLN Tokyo. Ini sekedar pengamatan sekilas saya:
Anggota PPLN 5-6 orang – mereka harus melipat 14.000 lebih kertas suara. Tentu ini dikerjakan secara volunteer – katanya anggaran yg dari KPU hanya Rp. 30 ribu rupiah untuk keperluan amplop dan perangko (belum lagi nilai kurs Yen yang terapresiasi tinggi). Baca artikel selengkapnya »
Sore kemarin, undangan kopdar dari pak JK mengejutkan banyak blogger. Semua orang yang baca pasti percaya enggak percaya orang nomor dua ingin ketemu blogger.
“Wah, keren juga nih wapres. Dia enggak cuma melek internet, tapi yakin internet itu bisa jadi peluang bagus buat kampanye,” gumam saya. Mungkin waktu ketemu dengan Joe Bidden, JK sempat tanya-tanya soal kiat sukses Obama mendulang dukungan suara dan modal lewat blog dan jejaring sosial.
Lalu begitu pulang ke Indonesia, JK langsung dapat motivasi kuat untuk ngeblog dan mendekatkan diri dengan komunitas blogger. Baca artikel selengkapnya »
Setiap kali pemilu digelar, selalu ada partai atau peserta pemilu yang berbuat jahat. Kata jahat ini saya pilih untuk menggantikan kata curang dan pelanggar yang belakangan terkesan dianggap enteng dan remeh. Kalau tidak percaya, coba hitung berapa banyak kasus kecurangan dan pelanggaran yang diproses secara hukum. Dan berapa orang politisi yang mendekam di dalam penjara akibat karena berlaku curang selama pemilu. Jawabnya, nihil.
Karena kecurangan dan pelanggaran pemilu dianggap remeh, panwaslu pun menjadi macan ompong yang keberadaannya cuma sekedar formalitas agar pemilu lebih berasa garam di lidah semua rakyat. Baca artikel selengkapnya »
Masa depan pasangan SBY-JK semakin sulit ditebak. Hingga saat ini, keduanya belum terang-terangan menyatakan niat untuk bercerai, apalagi membicarakan harta gono-gini. Tapi di tengah polemik antara kedua partai pendukung dan duel slogan “Lanjutkan” versus “Lebih Cepat Lebih Baik”, ternyata masih banyak elemen masyarakat yang menginginkan dwi-tunggal ini tetap bersatu dalam Pilpres 2009.
Nah, daripada bingung membayangkan akhir cerita SBY-JK, saya iseng merangkai kisah fiksi. Mudah-mudahan bisa menghibur dan nggak bikin pegel mata…. Baca artikel selengkapnya »
Barusan saya baca tulisannya JK. Menarik abis dan bikin saya ketawa, apalagi pas dia mau tukeran jabatan ama wapres AS Joe Biden.
Tapi sayang, waktu mau kasih komentar, ternyata fasilitas komentarnya ditutup alias dikunci rapat.
Entah ini cuma berlaku buat tulisan jk yang lucu dan unik seperti ini atau buat tulisan-tulisannya yang lain.
Kalau memang tulisan jk tidak bisa dikomentari lagi, sayang ya. Soalnya aneh aja kalau tinggal di satu rumah tapi kamarnya dikunci rapat-rapat…
Baca juga: Serumah ama Wapres
Pemilu tinggal sebulan kurang. Kalau saya jadi anggota KPU, saya tidak akan bisa tidur selama sebulan ke depan, setidaknya hingga hari pencoblosan berlalu.
Bagaimana bisa tidur? Distribusi logistik belum tersebar merata ke seluruh pelosok. Transportasi menjadi masalah klasik yang dihadapi oleh rekanan dengan angkat tangan. Daerah terpencil, tidak adanya alat transportasi udara khusus dan kesulitan akses darat karena buruknya infrastruktur jalan jelas tidak bisa diatasi dalam hitungan hari.
Belum lagi soal sosialisasi. Hasil jajak pendapat Kompas yang dirilis Selasa (10/3) kemarin menunjukkan, semakin rendah tingkat pendidikan masyarakat, semakin rendah pemahaman mereka tentang cara baru memilih. Masyarakat di pedesaan juga banyak yang belum tahu soal contreng versus coblos ini. Maka tidak aneh kalau dalam beberapa kali simulasi pemilu, kerap ditemukan banyak surat suara yang tidak sah. Baca artikel selengkapnya »
Ini saya rasakan sendiri. Waktu pertama kali ngeblog di Kompasiana Oktober tahun lalu, semuanya terasa santai, mengalir perlahan. Judul-judul yang bertengger di kotak atas sana tidak bergegas turun ke bawah. Yang memposting tulisan bisa dihapal karena jumlahnya belum seberapa. Dan lagi, waktu itu belum ada kotak kanan yang berisi aliran blog Networks&Guests (dan aliran blog Public di bawahnya). Semua mengalir di kiri, lengkap dengan foto senyum baju merah saya.
Blog si Goblog versi saya pun lama bertengger di posisi tiga besar. Belum lagi tulisan Soal Hukuman Mati, Indonesia Paling Kejam (babak 2) yang lamaa banget nangkring di peringkat 2 Terbanyak Ditanggapi.
Tapi sekarang, kamar ini sudah semakin ramai. Bukan karena ada Pak JK loh ya. Malah bisa dibilang pak JK dan pak Prabomo termasuk blogger yang terpikat masuk ke kamar ini karena popularitasnya sudah bikin geleng-geleng kepala. Baca artikel selengkapnya »
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit– SLANK - Gosip Jalanan
Tiga tahun lalu, Transparency International Indonesia (TII) mengemukakan satu fakta pahit yang sulit diterima oleh siapapun di negeri ini, apalagi oleh anggota DPR dan keluarga-keluarganya. Fakta tersebut terkait dengan hasil survey yang menempatkan DPR sebagai salah satu lembaga terkorup di Indonesia.
Anggota Dewan, partai-partai dan keluarga-keluarga mereka waktu itu protes keras, emoh mendengar apalagi mengakui hasil survey tersebut. Tapi sekarang semua orang mafhum, gedung Senayan, seperti dibilang Slank dalam lagunya, memang diisi oleh gerombolan koruptor yang senang memeras korbannya (baik swasta, pemda dan pihak lainnya) sampai bermilyar-milyar. Baca artikel selengkapnya »
Kehadiran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang semula dianggap tidak istimewa secara pasti menimbulkan riak di permukaan air. Kepiawaiannya dalam meramu komunikasi politik mulai mengundang reaksi. Salah satu reaksi yang seminggu kemarin melanglang di dunia maya facebook adalah parodi terhadap nama dan bendera PKS yang secara kasar diarahkan menjadi sebuah partai komunis.
Tapi saya tidak ingin menjadikan aksi konyol itu lebih bernilai dan terkenal dengan memberinya komentar panjang lebar. Saya lebih tertarik membicarakan kegigihan PKS dalam membangun basis partai yang kuat, dimulai dari gerilya bertahun-tahun dan berakhir dengan kemenangan di beberapa kontes politik. Baca artikel selengkapnya »
Sesaat setelah membaca berita rencana kenaikan harga bensin dalam waktu dekat, saya mendadak bertemu mereka…
SAYA: Emang bener bensin akan naik, pak?
PEJABAT ATAS: Pastinya sih gitu. Harga bensin yang sekarang terlalu murah dan memberatkan negara.
SAYA: Loh, kok naik lagi? Kan di iklannya, Bapak sampeyan terus-terusan bilang turun, turun, turun… Kok sekarang malah naik?
PEJABAT ATAS: Ah, masa sih. Emang dia bilang begitu?
SAYA: Iya. Nih buktinya (sambil nunjukin iklan di koran).
PEJABAT ATAS: Oo.. Itu kan bukan dia yang bikin, tapi partai. Baca artikel selengkapnya »
Trayek bis Transjakarta di jalur busway koridor 8 sudah resmi beroperasi sejak Sabtu (21/2) kemarin. Bis mentereng berwarna ngejreng ini akan melayani para komuter di sekitar Lebak Bulus (termasuk Ciputat, Bintaro dan sekitarnya) yang ingin berangkat kerja di pusat kota.
Pada hari peresmian, saya sengaja menyusuri jalan arteri Pondok Indah menuju ke arah Kebayoran Lama. Jam menunjukkan pukul 11 pagi. Saya melihat pemandangan yang sunyi-senyap. Dari ujung lampu merah Lebak Bulus sampai lampu merah Permata Hijau, tidak ada satu pun bis Transjakarta yang lewat. Halte-halte busway yang ada di sepanjang jalan itu juga sepi-sepi saja. Baca artikel selengkapnya »
Dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, saya mengikuti dua ajang pertemuan blogger di dua tempat dan dua konteks yang berbeda. Pertama adalah Pesta Blogger 2008 yang mempertemukan blogger dari seluruh penjuru Indonesia, 21 November 2008 lalu. Lalu ada Kopi Darat Pertama Kompasiana yang baru berakhir tadi sore.
Dari kedua event ini, saya mengalami keterpesonaan yang berbeda, namun satu sama lain saling melengkapi. Di Pesta Blogger, saya melihat sebuah komunitas yang terbentuk dan digandrungi oleh kalangan blogger di seluruh Indonesia. Mungkin Pesta Blogger bisa disebut PSSI-nya sepakbola negeri ini. Semua blogger ingin ikut memakai kaos Pesta Blogger dan berfoto di backwall lalu mempertontonkannya di blog dan facebook mereka. Dan komunitas blogger yang terbentuk dan terserak di masing-masing daerah ingin masuk dan menjadi bagian dari Pesta Blogger. Baca artikel selengkapnya »
Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan pak Wijaya yang banyak bicara seputar guru dan internet. Awalnya saya tidak menyangka tulisannya akan semenarik itu, karena dari judulnya tidak tersirat sedikitpun soal tema guru yang banyak dikupas di dalamnya. Tapi karena saya tahu pak Wijaya adalah seorang guru maka asumsi dasar saya tulisannya tidak akan jauh dari bangku sekolah.
Ternyata benar. Di situ ditulis tentang bagaimana peran guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang orang Indonesia lebih seneng menyebutnya sebagai ICT alias information and Communication Technology. Baca artikel selengkapnya »
Bagi blogger yang satu ini, tahun 2009 adalah tahun kambing, bukan tahun kerbau seperti diatur dalam kalender Cina. Semua orang dipaksa mengembek seperti kambing dan mengakui kebodohan mereka masing-masing. Kalau tidak mau, paling tidak semua orang itu bisa dipaksa masuk ke bioskop untuk menonton seekor kambing yang hidup dalam bungkus tubuh Raditya Dika sendiri.
Di blognya, Dika mengungkapkan kegalauan hatinya menyambut hari pelepasan film Kambingjantan yang mulai tayang di bioskop tanggal 5 Maret 2009 mendatang. “But honestly, gue deg-degan banget. Tinggal 23 hari lagi Kambingjantan bakal nongol di bioskop-bioskop. Oh man. Gimana gue gak deg-degan coba? Mbak Tyas sekarang lagi ke Bangkok buat finalize semuanya. So I hope everything will be okay. HIIIII. Deg-degan parah,” tulisnya. Baca artikel selengkapnya »
Sejak pertama kali ngeblog akhir 2007 lalu, saya merasakan gairah yang beda. Hampir setiap hari, kegiatan menulis untuk blog menjadi semacam istirahat dan pelepasan diri dari kesibukan kantor. Saya selalu teringat pesan Emha Ainun Nadjib yang bilang bahwa istirahat itu adalah pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Dari membaca pindah ke menulis, dari menulis pindah ke membersihkan rumah, dari membersihkan rumah pindah ke menyantap makanan. Itulah arti istirahat yang terus saya coba jalani.
Bagi saya sendiri blog adalah jalan keluar. Saya masih ingat betul bagaimana tidak enaknya kondisi saat belum mengenal blog. Sekian banyak ide dan tema tulisan berlompatan di kepala, tapi tidak ada satupun yang tersalurkan dengan sempurna. Sempurna dalam definisi paling sederhana, yaitu ditulis lalu disampaikan ke orang lain. Tulisan itu akan mendapat apresiasi atau tidak, itu di luar konteks kesempurnaan sederhana versi saya. Baca artikel selengkapnya »
Waktu SBY mengumumkan adanya indikasi gerakan Asal Bukan S alias ABS di forum resmi militer dan polisi, saya cuma nyengir sambil berfikir, strategi apa lagi yang sedang dibangun oleh capres dari Partai Demokrat ini. Sejujurnya sih nyengir yang diiringi hasrat untuk tertawa terbahak-bahak. Lucu, karena yang diumumkan presiden bukan salah satu dari dua hal yang perlu dibela mati-matian oleh penguasa negara: indikasi kudeta yang membahayakan kedudukannya sebagai presiden dan gerakan separatis yang membahayakan kesatuan dan keutuhan republik ini. Baca artikel selengkapnya »
Sore ini, saya mengecek harian Kompas untuk mencari iklan tandingan versi harga BBM yang dibuat PDIP. Saya berasumsi iklan yang dijanjikan oleh Sekjen PDIP Pramono Anung akan dirilis hari ini juga tayang sebagai iklan cetak di harian nasional. Rencananya untuk memperkuat tulisan yang sudah saya rilis pagi tadi.
Tapi, alih-alih mendapatkan iklan tersebut, saya malah menemukan iklan yang lebih mengejutkan. Di halaman 25, Partai Golkar memasang iklan ucapan selamat ulang tahun untuk dua orang tokoh Indonesia, yaitu Megawati sebagai mantan Presiden RI dan Mbak Tutut sebagai mantan Menteri Sosial. Baca artikel selengkapnya »
Sedari awal saya dan banyak orang di negeri ini yakin, tiga kali penurunan BBM hanya dalam rentang waktu sebulan terakhir akan dijadikan materi iklan SBY. Tak kurang dari pakar politik Eep Saifullah Fatah, wartawan Wisnu Nugroho, dan pengamat politik Yudi Latif sudah mencium bau tersebut jauh hari sebelumnya.
Tapi yang tidak disangka-sangka, tim kampanye SBY juga memasukkan faktor 3x sebagai kebanggaan yang ikut di-highlight dalam TVC dan iklan cetak ‘Partai Demokrat bersama SBY’. Tak ayal, api kontroversi menyambar cepat dalam waktu singkat. Kok bisa gaya iklan operator seluler 3 terbawa ke dalam iklan BBM terbaru buatan tim kampanye PD-SBY? Baca artikel selengkapnya »
Semalam saya menyempatkan diri bergabung bersama warga dunia lain untuk menyaksikan apa yang disebut sebagai pelantikan presiden paling spektakuler sepanjang sejarah manusia: Dua juta lebih warga dari berbagai penjuru AS dan dunia memadati National Mall. Dan puluhan bahkan ratusan juta lainnya menyaksikan acara ini secara langsung dari layar televisi. Keamanan superketat dalam sepanjang sejarah pelantikan presiden AS pun diberlakukan.
Baru kali ini Amerika memiliki presiden berkulit hitam. Baru kali ini Amerika memiliki presiden yang secara emosional terkoneksi ke banyak penjuru negara lain. Dari daratan benua Afrika hingga kawasan Asia Pasifik. Dari desa Kagelo (Kenya) hingga ke kota Jakarta. Dan baru kali ini presiden Amerika memiliki nama tengah yang diambil dari nama cucu Nabi Muhammad saw.
Aku cinta, Anda cinta, buatan Indonesia…
S.A.F.A.R.I. Safari… Safari…
Masih inget dua jingle di atas kan? Pasti dong… kan waktu jingle itu tayang di tv, kita enggak bisa gonta-ganti channel. Trus acara Apresiasi Film Indonesia (berisi cuplikan film-film Indonesia) dan Panggung Aneka Ria Safari (acara musik) praktis tidak punya pesaing yang bisa membuat pemirsa bosan lalu berpindah ke lain hati. Baca artikel selengkapnya »
Hari ini kita dapat kabar baik (lagi). Bensin kembali turun ke harga sebelum kenaikan BBM pertengahan Mei 2008, yaitu ke angka Rp. 4.500. Dan harap dicatat, harga Rp. 4.500 ini tidak sama dengan harga Rp. 4.500 yang sempat berlaku sejak Oktober 2005 lampau.
Pasalnya, kali ini harga segitu sudah tidak lagi mengandung komponen subsidi seperti yang selama ini terjadi. Ya, sejak harga bensin dipatok Rp. 5.500 Desember 2008 kemarin, masyarakat Indonesia tidak lagi menikmati subsidi BBM lantaran harga tersebut ’sudah setara dengan harga keekonomian’ (baca juga Horee… Bensin Udah Bebas Santunan).
Komentar rekan-rekan blogger dan pembaca di artikel saya sebelumnya telah memberikan warna baru bagi saya juga mungkin bagi rekan-rekan pembaca lainnya. Memang konflik ini harus dilihat dari dua sisi agar tidak berat sebelah dan menghasilkan penilaian yang keliru, seperti dipaparkan saudara Ricky yang secara panjang-lebar melihat konflik ini dari kaca mata Israel. Saya pun semakin tertarik untuk terus memahami konflik berdarah yang jejaknya bisa ditelusuri sejak zaman Nabi Daud as (sekitar tahun 1000 SM) ini.
Bila dilihat dari sudut pandang Israel, maka serangan ke Palestina ini, berapapun banyaknya orang Palestina yang tewas, adalah legal, sebagai balasan atas serangan roket Hamas ke wilayah pemukiman Israel.
Tapi pertanyaannya, mengapa Hamas begitu rajin menembakkan roket ke wilayah Israel? Apakah serangan konyol itu dimaksudkan untuk memprovokasi Israel agar negeri terkuat di Timur Tengah ini menyerbu balik Palestina dan membantai seluruh orang Palestina yang hidup di Gaza? Baca artikel selengkapnya »
Saat ingin kembali memahami akar permasalahan yang menyulut konflik berkepanjangan di tanah Palestina, saya teringat pada satu buku terbitan 1992 yang teronggok di rak buku. Buku berjudul “Palestina: Solidaritas Islam dan Tata Politik Dunia Baru” ini berisi kumpulan makalah Diskusi Pekan Persahabatan Indonesia-Palestina yang diselenggarakan oleh BKK-KUA Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta, 13-18 Januari 1992, termasuk transkrip dan terjemahan materi yang disampaikan para pembicara dari dalam dan luar negeri.
Dalam pengantar buku ini, M Riza Sihbudi dan Achmad Hadi selaku editor buku memaparkan dua kepentingan AS di tanah Arab, yaitu Israel dan Minyak. Siapa pun yang menguasai Gedung Putih, kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah harus selalu menguntungkan (minimal tidak merugikan) Israel dan menjamin ketersediaan minyak untuk memenuhi kebutuhan minyak AS yang super besar. Baca artikel selengkapnya »
Untuk kesekian kalinya, warga dunia dihadapkan pada satu fakta menyakitkan dari Timur Tengah. Bom demi bom diluncurkan ke daratan berpenghuni ribuan manusia. Bangunan luluh-lantak, sebuah kota porak-poranda. Sedikitnya 400 nyawa melayang sia-sia. Ya, sebuah penyerbuan militer oleh satu negara terhadap negara lain kembali terjadi.
Tidak ada perang di kawasan ini, dan memang tidak pernah ada perang di sana. Yang terjadi antara Israel dan Palestina di penghujung 2008 adalah pembunuhan yang dibalas dengan pembunuhan. Israel dengan kekuatan militer penuh kembali membombardir permukiman di Jalur Gaza. Sementara Hamas sebagai penguasa Jalur Gaza membalasnya dengan meluncurkan roket-roket, juga ke permukiman di selatan Israel. Baca artikel selengkapnya »
Dapat dipastikan, presiden AS George W Bush akan menjadi mantan presiden paling dicela sepanjang sejarah demokrasi AS, bahkan juga sepanjang sejarah demokrasi dunia. Harap maklum, anak Bush Senior ini punya segudang ‘prestasi’ yang tidak dimiliki siapapun paskaperang dunia ke II, yaitu menginvasi dan menggulingkan pemerintahan sah di dua negara sekaligus, Afganistan pada Oktober 2001 dan Irak dua tahun setelahnya (Maret 2003).
Dan hebatnya lagi, dua alasan penyerbuan AS ke Afganistan dan Irak sampai saat ini belum terlihat ‘batang hidungnya’: Osamah bin Laden seakan menjadi hantu dan ilusi yang tidak jelas jasadnya tapi sesekali muncul lewat rekaman di media elektronik dan internet. Begitu juga dengan senjata pemusnah massal yang sampai akhir pemerintahan Bush tidak bisa dibuktikan wujud bendanya.
Di gedung putih Pejambon, saya punya sedikitnya empat orang teman dekat yang menjabat sebagai diplomat RI. Dua orang teman sekolah, dua lainnya teman seperjuangan di Republika dulu. Dari mereka saya sedikit tahu bagaimana seorang diplomat meniti karir mereka dari titik nol menuju pengabdian membawa misi dan kepentingan Indonesia di pentas internasional.
Dari titik nol ini, seorang diplomat tak ubahnya profesi lain yang ditempa dan didik di kawah candradimuka dengan seabrek skil dan wawasan. Ibaratnya, semua guru didatangkan dari empat penjuru mata angin. Pengetahuan dan wawasan hubungan internasional adalah yang utama. Mereka juga dibekali banyak keahlian, mulai dari skil komunikasi, menulis hingga menembak.
Sejujurnya, ada ‘rasa’ yang tidak dimiliki oleh para penulis di media mainstream, baik yang sering menulis atau diminta menulis di koran, majalah atau bahkan yang berulang kali menerbitkan buku-buku tebal. Rasa yang saya maksud adalah rasa kedekatan dengan pembaca. Coba bayangkan, bagaimana cara para penulis ini mengetahui berapa banyak orang yang membaca bukunya, reaksi mereka, berapa orang yang senang dan tidak senang dan apa yang diinginkan dari tulisan tersebut.
Beda jauh dengan para blogger—sebuah istilah atau boleh dibilang profesi baru yang disematkan ke para penulis lepas di media online. Tidak perlu menunggu lama sejak mengklik tombol ‘publish’, mereka bisa langsung mengetahui sudah berapa orang yang membaca blog tersebut. Komentar-komentar pun berseliweran memadati bagian bawah tulisan. Baca artikel selengkapnya »
Hari ini harian KOMPAS menurunkan berita pencabutan subsidi bensin premium yang membuat lega hati semua orang, khususnya masyarakat kelas menengah-atas. Bagaimana tidak? Setelah berpuluh-puluh tahun semua konsumen bensin hidup dengan tangan-di-bawah (baca: penerima sumbangan), sekarang sudah tidak berlaku lagi.
Penerima subsidi memang tidak ubahnya seperti penerima sumbangan. Coba baca definisi Subsidi di Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya kutip langsung dari kamus versi digitalnya:
Lagi-lagi soal rokok. Kali ini, saya ingin mengajak Anda membaca label di bawah ini. Emang basi, sih. Tapi coba deh baca sekali lagi pelan-pelan:
MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN
Ada yang janggal tidak?
Kalau menurut pembacaan saya, kalimat baku yang tertera di kemasan rokok dan semua materi promosi produk rokok itu bukan hanya janggal tapi juga menyesatkan. Pasalnya, di situ hanya diinformasikan bahwa yang dapat menyebabkan kanker dan sejenisnya adalah kegiatan menghisap rokok. Padahal yang sebenarnya bikin orang sakit kan asapnya! Baca artikel selengkapnya »
Anda pasti tidak bisa membayangkan seorang balita usia 4 tahun kecanduan rokok layaknya orang dewasa. Mustahil anak sekecil itu sudah doyan merokok. Tapi bagi Painah (48), kemustahilan ini sudah menjadi mimpi buruk yang ingin secepatnya ia buang ke laut lepas. Maulana, cucunya yang baru berusia 4 tahun, setiap hari menghabiskan tiga batang rokok!
Berita mengejutkan yang dikutip dari Tabloid Nova edisi terbaru ini saya dengar tadi pagi di Prambors Radio. Benar-benar mengejutkan dan di luar dugaan: Rokok tidak hanya menghantui anak-anak SD, tapi bisa juga menjadi candu bagi anak-anak usia balita.
Sore ini hati saya berbinar. Pasalnya, blog yang beberapa hari lalu saya tandai sebagai blog terlarang sudah ditutup oleh Wordpress. Blog ini secara terang-terangan memancing emosi saya sebagai seorang muslim.
Waktu itu saya berpikir, semakin cepat blog ini ditutup maka semakin baik dan tidak memakan lebih banyak ‘korban’. Saya pun memanfaatkan fasilitas ‘report as spam’. Saya yakin sudah banyak pembaca lain yang melakukan hal yang sama hingga akhirnya blog tadi ditutup untuk umum. Baca artikel selengkapnya »
Di pengujung 2008, semua orang bicara 09. Seminggu ini saja, bau pemilu di blog-blog Kompasiana cukup menyengat. Ada Prabowo, SBY dan PKS. Yang baca banyak, yang komentar membludak. Hal serupa juga mudah ditemui di blog-blog lain. Media cetak dan elektronik jangan ditanya. Mereka sudah lama menggelontorkan buanyak program dan rubrik khusus pemilu.
Karena angka 9 lazim dikukuhkan sebagai lambang kesempurnaan, maka suhu politik di tahun 2009 nanti akan mencapai titik didih yang sempurna. Artinya, lebih panas dari pilpres langsung pertama paskakejatuhan Soeharto.
Selepas jam kerja, saya iseng browsing majalah-majalah online yang ada di Indonesia. Salah satunya, majalah Hai. Eh, ternyata di situ ada berita foto menarik yang cukup membuat hati terperangah: Obama berkunjung ke Indonesia!
Perhatikan foto di samping ini dekat-dekat. Barack Obama kan? Lengkap dengan senyum, jas dan dasinya seperti sering kita lihat di layar kaca dan di koran. Foto ini saya ambil dari artikel berjudul ‘Barack Obama Berkunjung ke Hai’. Baca artikel selengkapnya »
Uniknya, meski jadi dilema dan kontroversi, jumlah rokok yang dibuat-dibakar-dihisap terus bertambah dari hari ke hari. Jumlah perokok mengalami peningkatan konstan. Perusahaan rokok pun tidak pernah mengeluh rugi atau bangkrut. Ibaratnya, semakin ditentang, semakin banyak pajak yang masuk ke kas negara dari cukai rokok. Semakin ditolak, semakin banyak juga gedung bertingkat yang dibeli oleh pengusaha rokok. Baca artikel selengkapnya »
Mudah-mudahan tulisan saya ini tidak keburu dianggap basi, karena isinya mengacu pada dua hal yang itu lagi itu lagi: Obama dan Blog. Tapi inilah ‘fakta hari ini’: Barack Obama menjadi blogger pertama yang sukses menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat. Atau Anda boleh saja bilang Obama berhasil menjadikan blog sebagai alat kampanye pilpres yang jitu dan tepat sasaran. Terserah.
Intinya, Obama, seperti dilansir dalam laporan harian KOMPAS edisi Kamis 6 November, mempunyai jaringan yang sangat kuat di dunia maya. Dan salah satu sarana yang dia gunakan adalah blog—disamping situs jejaring sosial dan fitur online lainnya.
Eksekusi mati terhadap tiga terpidana kasus Bom Bali selesai sudah. Kegundahan hati dan penantian para wartawan (dalam dan luar negeri) akhirnya tuntas. Mereka yang ditugaskan di Nusakambangan bisa bersiap-siap ‘pulang kandang’. Para penjaga gawang di kantor keredaksian juga bisa bernafas lega, karena masa ‘takut kecolongan berita’ terkait eksekusi mati ini sudah berlalu.
Begitu juga halnya dengan keluarga terpidana mati dan para korban Bom Bali. Berakhirlah babak cerita Bom Bali I. Hutang nyawa dibayar nyawa sudah terbayarkan. Rasa keadilan sudah terpenuhi. Dengan tuntasnya eksekusi ini, mereka bisa kembali menjalani hidup dengan perasaan lebih lepas dari sebelumnya.
Satu minggu ini pusat berita ada pada Barack Obama. Dialah news maker sekaligus history maker setelah mengungguli McCain dalam perebutan electoral vote. Dialah manusia kulit hitam pertama yang berhasil menduduki kursi kepresidenan AS, negara besar dengan penduduk mayoritas Hispanik berkulit putih.
Tapi di sini saya tidak ingin mengelu-elukan Barack Obama. Cukup sudah. Semua orang di dunia sudah tahu dia hebat dan jempolan.
Dalam menerapkan kebijakan harga BBM, pemerintah seperti para pedagang ritel yang hobi mencantumkan label diskon di saat perayaan tertentu. Tapi, seperti rumor yang berkembang, harga yang dikasih diskon tadi biasanya sudah dinaikkan terlebih dahulu alias di-mark up.
Begitu juga dengan bensin jenis premium. Pertengahan Mei lalu, pemerintah menaikkan harga bensin dari Rp 4.500 menjadi Rp 6000 (naik Rp 1.500), dengan alasan kenaikan harga minyak mentah yang sempat menyentuh angka 147,27 dolar AS per barrel (pertengahan Juli 2008). Tapi saat harga minyak mentah turun drastis, bensin dalam negeri ternyata hanya diturunkan menjadi Rp 5.500 (turun Rp 500).
Sebuah puisi untuk diri sendiri. Boleh jadi, saat menulis (dan membaca) puisi ini, saya (dan kita) sedang mengkorupsi waktu, tenaga dan harta orang lain.
DEPKEU dikorupsi, anggaran raib
DEPAG dikorupsi, dana haji ghaibBI dikorupsi, rupiah hilang
DEPHUB dikorupsi, ribuan nyawa melayang Baca artikel selengkapnya »- Oleh iskandarjet - 4 November 2008 - Dibaca 579 Kali - 5 Tanggapan.
- Tags: Korupsi, puisi
Diposting pada kategori KorupsiRatu Elizabeth dan Capres dari Yogya
Saat membaca berita bahwa Raja Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X meresmikan pencolanannya sebagai presiden, saya bergumam, “Calon kuat Presiden berikutnya sudah absen, nih.” Saya memang belum yakin dan paham soal kans Sultan dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu RI. Tapi kalau melihat kapasitas, kapabilitas dan strategi perang yang sedang diterapkan, bukan mustahil kisah sukses SBY (dari seorang capres biasa dan tidak diperhitungkan menjadi presiden beneran) akan terulang kembali.
- Oleh iskandarjet - 3 November 2008 - Dibaca 920 Kali - 9 Tanggapan.
- Tags: capres, raja
Diposting pada kategori Politic
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. ...